Wapres Kecam Kekerasan Seksual di Ponpes Pati: "Tak Dapat Ditoleransi"
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyoroti kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di sebuah pondok pesantren di Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Wapres meminta proses hukum dilakukan secara tegas sekaligus memastikan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap setiap anak.Â
"Saya mengecam keras kejadian pelecehan terhadap santriwati yang terjadi di Pati. Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Proses hukum akan dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan," ujar Wapres dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Kasus dugaan pelecehan seksual oleh Ashari, pengaruh pondok pesantren di Pati terhadap setidaknya 50 santri memicu kemarahan warga. Sebab, pesantren yang harusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak berubah menjadi neraka akibat aksi bejat pemimpinnya.Â
Foto: Suasana di depan ponpes Ndolo Kusumo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, Selasa (5/4/2026). (Dok. Detikcom/Dian Utoro Aji) |
Atas hal ini, Wapres menegaskan bahwa pengawasan dan perlindungan terhadap siswa harus diperkuat demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Â
"Saya juga telah meminta agar pendampingan psikologis dan trauma healing diberikan secara intensif kepada para korban," tambahnya.Â
Kasus dugaan pemerkosaan itu terungkap setelah korban yang telah lulus buka suara atas perlakuan bejat dari gurunya. Laporan itu dilayangkan korban ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati pada September 2024. Sementara itu, pelaku yang mengaku sebagai "wali Allah" kini telah ditetapkan sebagai tersangka.Â
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Suasana di depan ponpes Ndolo Kusumo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, Selasa (5/4/2026). (Dok. Detikcom/Dian Utoro Aji)