Tanda IQ Rendah Bisa Terdeteksi Sejak Bayi, Studi Ungkap Hal Ini

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
07 April 2026 09:55
Ilustrasi
Foto: Annie Spratt via Unsplash

Jakarta, CNBC Indonesia - Ahli menemukan ada dua faktor saat kelahiran yang berkaitan dengan skor kecerdasan rendah di kemudian hari.

Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, yang dikenal sebagai kelahiran prematur, menghadapi kesulitan dalam kemampuan belajar dan berpikir, menurut review baru terhadap penelitian yang ada. Berat badan lahir rendah, yang didefinisikan sebagai berat kurang dari 2,5 kg saat lahir, juga dikaitkan dengan hasil yang serupa.

Mengutip Newsweek, temuan terbaru ini berasal dari tinjauan menyeluruh yang dipimpin oleh para peneliti di Departemen Ilmu Kesehatan Perawatan Primer Nuffield di Universitas Oxford. Tim tersebut meneliti apa yang telah ditemukan oleh studi-studi sebelumnya tentang bagaimana kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah memengaruhi kemampuan kognitif dan hasil pendidikan sepanjang hidup.

Para peneliti mengeksplorasi hubungan antara kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah dan hasil seperti skor kecerdasan, prestasi sekolah, dan kebutuhan akan dukungan pendidikan tambahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, orang yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir yang rendah memperoleh skor lebih rendah dalam tes kecerdasan dan berprestasi lebih buruk secara akademis dibandingkan dengan mereka yang lahir cukup bulan dan memiliki berat badan sehat. Perbedaan terlihat di beberapa bidang, termasuk membaca, matematika, dan mengeja, dan individu-individu ini lebih cenderung membutuhkan dukungan pendidikan khusus.

Secara keseluruhan, perbedaan IQ kira-kira sekitar 10 poin.

Kesenjangan dalam kemampuan kognitif dan pembelajaran paling terlihat pada masa kanak-kanak. Meskipun perbedaan cenderung berkurang saat remaja, hal tersebut tidak sepenuhnya hilang dan masih terlihat pada masa dewasa.

Tim peneliti juga menemukan bukti yang menunjukkan bahwa orang yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah cenderung kurang menyelesaikan sekolah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa lahir terlalu dini atau terlalu kecil dapat memiliki efek jangka panjang pada pembelajaran dan hasil pendidikan sepanjang hidup seseorang. Mereka menekankan pentingnya identifikasi dini anak-anak yang berisiko, bersama dengan dukungan medis dan pendidikan jangka panjang, untuk membantu meningkatkan hasil seiring pertumbuhan individu-individu ini.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Sekolah Mahal, Ini Rahasia Anak Pintar Menurut Ahli Stanford


Most Popular
Features