Kapan Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa? Ini Saran Dokter
Jakara, CNBC Indonesia - Banyak orang ragu berolahraga saat menjalani puasa Ramadan karena khawatir tubuh menjadi lemas. Namun ternyata aktivitas fisik tetap aman dilakukan selama intensitas dan waktunya diatur dengan tepat.
Bahkan, olahraga ringan justru dapat membantu menjaga kebugaran selama berpuasa. Dokter Umum dari Halovit, dr. Annisa Kartikasari dan Coach Pilates BASI Master Certified, Lely Natalia membagikan panduan aman berolahraga saat Ramadan.
dr. Annisa menjelaskan, waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah sekitar 30 menit sebelum berbuka. Pada waktu tersebut tubuh sudah menggunakan sebagian besar cadangan energi sehingga latihan akan memanfaatkan glukosa dan lemak yang tersimpan.
"Cara ini cukup efektif, terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan, dan energi yang terpakai bisa langsung digantikan saat berbuka," jelasnya dalam diskusi daring bertajuk Push or Pause: Olahraga Saat Puasa Tanpa Bikin Badan Drop yang digelar oleh Pinhome bersama Halofit belum lama ini.
Jika kondisi fisik memungkinkan, kata ia, olahraga juga dapat dilakukan hingga satu jam sebelum berbuka. Namun, durasi sekitar 30 menit dinilai sudah cukup bagi kebanyakan orang untuk menjaga kebugaran tubuh.
Coach Lely Natalia menekankan, intensitas latihan perlu disesuaikan selama Ramadan agar tubuh tidak terlalu kelelahan. Ia menyarankan pengurangan intensitas latihan sekitar 30% hingga 40% dibandingkan latihan biasa.
"Selama Ramadan, kita perlu memprioritaskan kualitas dibanding kuantitas," ujarnya.
Ia juga menyarankan olahraga dengan intensitas rendah atau low impact seperti pilates dan yoga untuk dilakukan sebelum berbuka. Sementara olahraga dengan intensitas lebih tinggi dapat dilakukan setelah berbuka ketika tubuh sudah kembali mendapatkan asupan energi.
Selain itu, pemanasan dan pendinginan juga penting untuk membantu pemulihan otot serta mencegah cedera saat berolahraga. Selain pengaturan latihan, pola makan saat sahur juga berperan penting dalam menjaga energi selama berpuasa.
"Jangan pernah melewatkan sahur. Energi kita dari pagi hingga sore bergantung pada asupan karbohidrat, protein, dan lemak sehat saat sahur," kata dr. Annisa.
Ia juga menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan setelah berbuka untuk mencegah dehidrasi selama menjalani puasa.
Dengarkan Sinyal Tubuh
Menurut Lely, penting bagi seseorang untuk memperhatikan kondisi tubuh saat berolahraga. Jika muncul gejala seperti pusing, keringat dingin, jantung berdebar tidak normal, atau sesak napas, olahraga sebaiknya segera dihentikan.
"Jika tubuh memberi sinyal lelah berlebihan, berhenti dan lakukan relaksasi, misalnya teknik pernapasan untuk menenangkan sistem saraf," ujarnya.
Setelah berolahraga, kata ia, proses pemulihan tubuh juga perlu diperhatikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mandi air hangat atau melakukan peregangan ringan untuk membantu merelaksasi otot.
source on Google [Gambas:Video CNBC]