Kopi atau Teh, Mana yang Efektif Cegah Demensia?

Thea Arbar,  CNBC Indonesia
15 February 2026 08:30
Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa)
Foto: Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pilihan antara kopi atau teh ternyata bukan sekadar soal selera. Studi besar terbaru menemukan bahwa konsumsi kopi berkafein dan teh secara rutin dalam jumlah moderat berkaitan dengan penurunan risiko demensia, dengan efek perlindungan yang sedikit lebih kuat terlihat pada kopi.

Riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Harvard ini melibatkan 131.821 partisipan dan memantau kebiasaan konsumsi mereka hingga 43 tahun. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA.

Dalam periode tindak lanjut rata-rata sekitar 37 tahun, tercatat 11.033 kasus demensia. Hasil analisis menunjukkan, peserta dengan konsumsi kopi berkafein tertinggi memiliki risiko demensia 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi. Sementara itu, peminum teh terbanyak mencatatkan risiko 14% lebih rendah.

"Hubungan terkuat terlihat pada konsumsi moderat dan konsisten," tulis peneliti, seperti dikutip EatingWell, Minggu (15/2/2026).

Manfaat terbesar ditemukan pada asupan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari atau satu hingga dua cangkir teh per hari, dengan ukuran cangkir sekitar 240 mililiter. Konsumsi di atas jumlah tersebut tidak menunjukkan perlindungan tambahan yang signifikan.

Penelitian ini juga menyoroti peran kafein sebagai faktor utama. Kopi tanpa kafein tidak menunjukkan kaitan yang berarti dengan penurunan risiko demensia maupun perbaikan fungsi kognitif.

"Hal ini mengindikasikan bahwa kafein kemungkinan menjadi komponen kunci yang berkontribusi pada efek protektif terhadap otak," tulis tim peneliti.

Selain diagnosis demensia, studi ini menilai penurunan kognitif subjektif dan, pada kelompok perempuan, tes kognitif objektif. Peminum kopi dan teh berkafein dilaporkan lebih jarang mengalami keluhan penurunan daya ingat dan menunjukkan kinerja kognitif yang sedikit lebih baik.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Keterbatasan lain termasuk tidak dirincikannya jenis teh atau metode penyeduhan kopi, serta karakteristik peserta yang mayoritas berasal dari kalangan profesional kesehatan keturunan Eropa.

Namun, temuan ini dinilai memperkuat bukti bahwa kebiasaan minum harian dapat berperan dalam menjaga kesehatan otak.

"Kopi dan teh bukan solusi tunggal untuk mencegah demensia, tetapi dapat menjadi bagian dari pendekatan gaya hidup sehat secara keseluruhan," tulis peneliti, seraya menekankan pentingnya aktivitas fisik, tidur cukup, pola makan seimbang, dan interaksi sosial.

Dengan demikian, jika harus memilih, kopi berkafein tampak sedikit lebih unggul dibandingkan teh dalam kaitannya dengan penurunan risiko demensia. Meski begitu, keduanya tetap memberikan manfaat bila dikonsumsi secara moderat dan berkelanjutan, terutama sebagai bagian dari pola hidup sehat jangka panjang.

(tfa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jenis Makanan yang Cegah Pikun Usia Muda Menurut Ahli Harvard


Most Popular
Features