Kenali Infeksi Salurah Kemih, Penyebab Nyeri saat Buang Air Kecil
Jakarta, CNBC Indonesia - Infeksi Saluran Kemih (ISK) sering dianggap sebagai keluhan ringan. Padahal, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri saat berkemih, anyang-anyangan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.
Spesialis Urologi Eka Hospital, dr. Febriyani, Sp.U mengatakan bahwa Infeksi Saluran Kemih (ISK) terjadi ketika bakteri, jamur ataupun virus masuk dan berkembang di saluran kemih.
"Jadi Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu kondisi secara klinis dan patologis yang terjadi di saluran kemih. Saluran kemih bisa terjadi pada kedua ginjal, kandung kemih atau ureter," kata dr Febriyani dalam Akun Youtube Eka Hospital yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (9/2/2026).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penyebab utama ISK adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) dan virus tertentu yang biasanya berasal dari saluran pencernaan. Bakteri yang ada di sekitar kemaluan ini bisa masuk ke urine melalui uretra lalu berjalan ke kandung kemih sehingga dapat menyebabkan infeksi.
Faktor Risiko ISK
Faktor usia, jenis kelamin, hingga kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi ini. Meski dapat terjadi pada siapa saja, infeksi saluran kemih lebih berisiko terjadi pada orang akibat gangguan prostat sedangkan wanita karena hamil, menopause, dan prolaps organ panggul.
Kemudian, adanya penyakit kondisi tertentu seperti imun lemah, adanya batu ginjal, gangguan saraf dan diabetes. Hubungan seksual secara aktif atau sering juga menjadi faktor risiko.
Gejala ISK
1. Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil (anyang-anyangan).
2. Frekuensi buang air kecil meningkat namun urine yang keluar sedikit.
3. Warna urine keruh, berbau menyengat, atau terkadang bercampur darah.
4. Nyeri pada panggul atau perut bagian bawah.
5. Demam dan menggigil
6. Mual dan muntah
7. Tekanan darah turun hingga turunnya kesadaran
Cara Mengatasi dan Mencegah ISK
- Sering minum air putih minimal 8 gelas sehari agar buang air kecil bisa teratur dan bakteri ikut dikeluarkan dari saluran kemih.
- Khusus perempuan, terapkan kebiasaan membersihkan dari arah depan (kelamin) ke belakang (anus) setelah buang air besar, untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra dan vagina.
- Rutin mengganti pembalut atau tampon saat sedang menstruasi.
- Usahakan untuk buang air kecil dan membersihkan area kemaluan setelah berhubungan intim.
- Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan yang bisa menimbulkan iritasi.
- Jangan memakai alat kontrasepsi jenis diafragma atau yang mengandung spermisida.
Perlu diwaspadai, jika ISK terjadi berulang (rekuren), pemeriksaan lebih mendalam oleh spesialis urologi sangat diperlukan untuk mencari tahu apakah ada kelainan struktur saluran kemih atau batu ginjal yang mendasarinya.
[Gambas:Video CNBC]