13 Negara dengan Kasus Hamil Luar Nikah Terbanyak di Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Secara global, proporsi anak yang lahir di luar pernikahan meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir di banyak negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Tren ini menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur keluarga modern. Meski begitu, pola ini tidak merata karena sejumlah negara masih mempertahankan keterkaitan kuat antara pernikahan dan kelahiran anak.
Berdasarkan data terbaru OECD Family Database, negara-negara Amerika Latin mendominasi peringkat teratas proporsi anak yang lahir di luar pernikahan. Penerimaan sosial terhadap kohabitasi atau tinggal bersama pasangan, pengakuan hukum pasangan tidak menikah, serta faktor ketimpangan historis dan akses institusi hukum turut membentuk tren tersebut.
Sebaliknya, negara-negara Asia Timur dan kawasan tertentu Eropa menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Di negara-negara ini, norma budaya, tradisi keagamaan, kerangka hukum, serta peran keluarga masih menempatkan pernikahan sebagai syarat utama memiliki anak. Misalnya, Kolombia mencatat sekitar 87 % anak lahir di luar pernikahan, diikuti oleh Cile (78,1 %), Kosta Rika (74 %), dan Meksiko (73,7 %) - jauh di atas rata-rata OECD.
Tren ini mencerminkan perubahan sosial di seluruh kawasan, di mana tinggal bersama tanpa menikah semakin diterima secara budaya dan hukum, sehingga mengurangi tekanan sosial untuk menikah sebelum memiliki anak. Selain itu, faktor sejarah seperti ketimpangan sosial dan akses yang lebih terbatas ke lembaga hukum formal turut membentuk pola keluarga yang berbeda dari negara-negara dengan norma pernikahan yang lebih kuat.Â
Sementara itu, negara-negara Anglo dan Eropa Barat berada di posisi menengah. Amerika Serikat mencatat sekitar 40% anak lahir di luar pernikahan, sebanding dengan Austria dan Italia, sementara sejumlah negara Eropa Barat mencatat proporsi di atas 50%.
Daftar negara dengan proporsi anak lahir di luar pernikahan tertinggi (OECD):
- Kolombia: 87,0%
- Chile: 78,1%
- Kosta Rika: 74,0%
- Meksiko: 73,7%
- Islandia: 69,4%
- Norwegia: 61,2%
- Bulgaria: 59,7%
- Portugal: 59,5%
- Prancis: 58,5%
- Swedia: 57,5%
- Slovenia: 56,5%
- Denmark: 54,7%
- Estonia: 53,8%
[Gambas:Video CNBC]