Tiga Negara Asia Ini Jadi Pasar K-Pop Terbesar Dunia 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia kembali menempati posisi tiga besar sebagai pasar K-pop terbesar dunia sepanjang 2025. Data ini berasal dari analisis akhir tahun K-Pop Radar, platform analitik global yang dioperasikan startup musik Space Oddity, mengutip dari Korea Herald, Kamis (29/1/2026).
Studi tersebut melacak jumlah penayangan YouTube artis K-pop sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 untuk memetakan pergeseran konsumsi internasional. Meski posisi tiga besar tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, pergerakan signifikan terjadi di luar negara atas.
Amerika Serikat naik satu peringkat ke posisi keempat dengan kontribusi 6,25% terhadap konsumsi global K-pop, sementara India turun ke posisi kelima. Perubahan pangsa pasar antarnegara ini menjadi indikator penting arah pertumbuhan K-pop berikutnya.
Korea Selatan sebagai pasar domestik sekaligus pusat produksi K-pop, justru memperluas pangsa konsumsinya secara tahunan. Hal ini memperkuat posisinya bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai basis penggemar yang solid.
Jepang tetap bertahan di posisi kedua, meski menunjukkan tanda-tanda kematangan pasar. Pangsa konsumsi Jepang turun dari 8,44% menjadi 7,41%, disertai penurunan total penayangan. Analis menilai kondisi ini lebih mencerminkan stabilisasi pasar ketimbang kontraksi.
Indonesia yang konsisten berada di tiga besar pasar K-pop dunia mencerminkan kekuatan basis penggemar yang stabil dan berkelanjutan. Meski laporan K-Pop Radar tidak merinci persentase konsumsi Indonesia, posisi tersebut menunjukkan tingginya intensitas konsumsi konten K-pop di Tanah Air, baik melalui YouTube maupun platform digital lainnya yang menjadikan Indonesia pasar strategis bagi agensi hiburan Korea.
Selain besarnya jumlah konsumsi, loyalitas penggemar Indonesia juga menjadi faktor penting yang menopang posisi Indonesia di jajaran pasar terbesar K-pop dunia. Fans di Indonesia dikenal aktif melakukan streaming massal serta voting terkoordinasi untuk mendukung idolanya di berbagai ajang penghargaan musik K-pop dan global, mulai dari chart digital hingga voting berbasis aplikasi dan media sosial.
Di luar jajaran teratas, sejumlah negara mencatat kemajuan berarti. Taiwan naik untuk tahun kedua berturut-turut ke posisi kesembilan dan masuk 10 besar global, sementara Inggris melonjak tajam ke peringkat 17 dari sebelumnya di luar 20 besar. Prancis, Jerman, dan Kanada juga naik peringkat yang menandakan diversifikasi konsumsi K-pop di pasar Barat.
Di pasar domestik Korea Selatan, 2025 ditandai dengan koeksistensi antara artis mapan dan comeback besar. Band Korea, Day6 naik ke posisi pertama dalam popularitas domestik, disusul girl grup Aespa dan penyanyi, IU.
Artis senior juga mencatat lonjakan signifikan. G-Dragon membukukan kenaikan penayangan tahunan terbesar, hampir 200 juta views, dan menempati peringkat kelima secara keseluruhan. Sementara Big Bang berada di posisi keempat.
Dari kategori solois, Woodz menempati peringkat ke-11 setelah menambah sekitar 160 juta views, disusul Jennie di posisi ke-12. Data ini menegaskan kekuatan komersial brand individu di luar aktivitas grup.
Di pasar Amerika Serikat, Stray Kids mempertahankan posisi teratas dengan pangsa 8,63%. Sementara Katseye mencatat pertumbuhan terbesar dengan tambahan sekitar 260 juta views, menempatkannya di peringkat ketiga.
Pasar Inggris menunjukkan dominasi yang lebih jelas. Rose meraih 11,63% dari total penayangan K-pop dan menjadi artis dengan pangsa terbesar sekaligus pertumbuhan tahunan tertinggi. Katseye juga masuk jajaran teratas yang menandakan meningkatnya persaingan di pasar berbahasa Inggris.
Sementara di Taiwan, yang baru masuk 10 besar global, konsumsi dipimpin oleh (G)I-dle dengan pangsa 5,69%. Analis mencatat penurunan tipis pangsa grup tersebut cenderung bergeser ke G-Dragon dan Big Bang, yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua dalam pertumbuhan tahunan di pasar Taiwan.
Data ini pun menegaskan, K-pop tidak hanya bertahan sebagai fenomena budaya, tetapi juga terus berkembang sebagai industri global. Basis konsumsinya semakin luas dan beragam, termasuk Indonesia yang konsisten berada di jajaran pasar terbesar dunia.
(hsy/hsy)[Gambas:Video CNBC]