Angka Bunuh Diri Siswa di Jepang Catat Rekor Tertinggi, Apa Pemicunya?

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
29 January 2026 14:25
Depresi & Bunuh Diri
Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang kembali menghadapi kenyataan pahit terkait kesehatan mental generasi mudanya. Menurut data terbaru, jumlah anak di Jepang yang meninggal karena bunuh diri pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi untuk tahun kedua berturut-turut. Angka tersebut meningkat tiga kasus dari tahun sebelumnya menjadi 532, menurut data awal pemerintah yang dirilis Kamis (29/1).

Melansir Japan Wire, secara keseluruhan terjadi penurunan kasus bunuh diri di seluruh negeri, dengan jumlah orang yang mengakhiri hidup mereka sendiri menurun menjadi 19.097, turun di bawah 20.000 untuk pertama kalinya. Namun, menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, kasus bunuh diri di kalangan anak-anak tetap berada di atas 500 kasus setiap tahunnya sejak pandemi COVID-19.

Pada tahun pelaporan, 352 siswa SMA meninggal karena bunuh diri, diikuti oleh 170 siswa SMP dan 10 siswa SD. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan menyumbang 277 kasus, turun 13 dari tahun sebelumnya, dan laki-laki sebanyak 255 kasus, naik 16.

Di kalangan anak muda usia di bawah 19 tahun, pemicu utama bunuh diri adalah masalah terkait sekolah (316 kasus) disusul masalah kesehatan (315 kasus) dan masalah keluarga (181 kasus).

Secara keseluruhan, laki-laki menyumbang 13.117 kasus, dan perempuan sebanyak 5.980.

Masalah kesehatan disebutkan dalam 11.293 kasus dan masalah terkait ekonomi dan kehidupan sehari-hari dalam 5.359 kasus. Jumlah kasus bunuh diri yang terkait dengan masalah keluarga mencapai 4.198.

Angka bunuh diri per 100.000 penduduk adalah 15,4, turun 1,0 dari tahun sebelumnya.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Nandi Juliawan Pemeran Encuy di Preman Pensiun Meninggal Gantung Diri


Most Popular
Features