Magnesium Vs Vitamin D, Mana yang Lebih Ampuh Jaga Imun Tubuh?
Jakarta, CNBC Indonesia - Magnesium dan vitamin D sama-sama dikenal penting untuk daya tahan tubuh dan energi. Namun, keduanya bekerja dengan cara yang sangat berbeda.
Memahami peran masing-masing nutrisi ini dapat membantu menentukan mana yang lebih dibutuhkan tubuh. Itu terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat soal kesehatan dan imunitas.
Peran Magnesium untuk Sistem Imun
Melansir dari Very Well Healthy, magnesium merupakan mineral penting yang terlibat dalam banyak fungsi dasar tubuh. Dalam sistem imun, magnesium membantu mengendalikan peradangan dan menjaga kinerja sel-sel imun tetap optimal.
Jika kadar magnesium rendah, tubuh lebih mudah berada dalam kondisi peradangan ringan yang berlangsung lama. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan sistem imun dalam merespons penyakit secara efektif.
Magnesium juga berperan dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus, yang menjadi salah satu benteng utama pertahanan imun tubuh. Meski tidak melawan infeksi secara langsung, magnesium memastikan sistem imun bekerja sebagaimana mestinya.
Vitamin D: Pertahanan Langsung Melawan Infeksi
Berbeda dengan magnesium, vitamin D berperan lebih langsung dalam pertahanan imun. Banyak sel imun membutuhkan vitamin D untuk mengenali dan melawan virus serta bakteri.
Berbagai penelitian mengaitkan rendahnya kadar vitamin D dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan. Asupan vitamin D yang cukup membantu memperkuat pertahanan tubuh, baik pada tahap awal infeksi maupun dalam respons jangka panjang.
Siapa yang Lebih Berperan dalam Energi?
Magnesium memiliki peran utama dalam produksi energi. Mineral ini membantu mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh sel. Kekurangan magnesium dapat membuat proses tersebut tidak efisien dan memicu rasa lelah.
Selain itu, magnesium mendukung fungsi saraf, otot, dan kualitas tidur yang semuanya mempengaruhi tingkat energi seseorang. Orang dengan aktivitas tinggi atau stres berat sering merasakan peningkatan energi setelah kadar magnesium mereka kembali normal.
Vitamin D tidak secara langsung menghasilkan energi, tetapi mendukung kekuatan otot dan stamina fisik. Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan rasa lemah dan kelelahan.
Pada orang dengan defisiensi berat, perbaikan kadar vitamin D dapat membantu mengurangi rasa lelah. Namun, pada orang dengan kadar normal, tambahan vitamin D biasanya tidak berdampak besar pada energi.
Berapa Kebutuhan Harian?
Kebutuhan harian magnesium dan vitamin D dapat diperoleh dari makanan maupun paparan sinar matahari:
- Magnesium
Perempuan dewasa: 310-320 mg per hari
Laki-laki dewasa: 400-420 mg per hari
Sumber alami: kacang-kacangan, biji-bijian, kacang polong, gandum utuh, dan sayuran hijau.
-Vitamin D
Dewasa: 600-800 IU per hari
Sebagian orang membutuhkan dosis lebih tinggi untuk mengatasi defisiensi, di bawah pengawasan tenaga medis.
Sumber alami: ikan berlemak, makanan fortifikasi, dan sinar matahari.
Risiko Potensial dan Keamanan Suplemen
Konsumsi suplemen magnesium berlebihan dapat menyebabkan diare dan gangguan pencernaan, terutama pada dosis tinggi. Penderita gangguan ginjal sebaiknya menghindari suplemen magnesium tanpa rekomendasi dokter.
Sementara itu, kelebihan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah, gangguan ginjal, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Keduanya paling efektif bila digunakan untuk mengoreksi kekurangan nutrisi, bukan dikonsumsi berlebihan dengan harapan meningkatkan imun atau energi secara instan. Bahkan, kelebihan vitamin D tidak meningkatkan daya tahan tubuh dan justru berisiko menimbulkan efek samping.
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]