Cara Membedakan Gejala Pilek Biasa dan Super Flu dari Ahli

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
06 January 2026 16:05
Ilustrasi Anak Demam (Pixabay)
Foto: Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan kasus super flu di sejumlah negara semakin meningkat. Hal memicu kekhawatiran publik karena super flu disebut memiliki gejala lebih berat dibanding flu biasa.

Di Indonesia, sedikitnya ada 62 kasus super flu influenza A (H3N2) subclade K yang sudah terkonfirmasi. Kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Melansir Independent, super flu sendiri bukan istilah medis resmi dalam dunia kesehatan. Istilah tersebut secara populer digunakan untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza dengan gejala yang lebih berat dan pemulihan lebih lama.

Penting untuk memahami perbedaan utama super flu untuk menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.

Penyebab flu dan penyebab pilek

Pilek dan flu sama-sama merupakan penyakit pernapasan, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda.

"Pilek terutama disebabkan oleh virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab paling umum. Sedangkan flu secara khusus disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B," kata Dr. Naveed Asif, dokter umum di The London General Practice.

Itu berarti mungkin saja seseorang terkena flu dan pilek secara bersamaan.

Apakah flu dan pilek menyebar dengan cara yang sama?

"Baik pilek maupun flu adalah penyakit pernapasan yang sangat menular yang menyebar melalui kontak langsung dan tetesan pernapasan," kata Dr. Asif.

Penularan terjadi ketika tetesan yang mengandung virus keluar saat batuk, bersin, atau berbicara, dan mengenai mulut atau hidung orang di dekatnya. Dalam situasi dengan ventilasi buruk, tetesan ini dapat menyebar lebih jauh.

Tidak hanya itu, infeksi juga dapat terjadi melalui sentuhan pada permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.

Gejala utama dan cara membedakan pilek biasa dari super flu

Dr. Claire Agathou, dokter umum dan salah satu pendiri A-Z General Practice di Rumah Sakit Wellington, mengatakan pilek biasa biasanya menyebabkan hidung berair atau tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, batuk ringan, dan kelelahan ringan.

Sementara itu, flu biasanya menyebabkan demam mendadak, kelelahan dan lemas yang parah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, batuk kering, menggigil (merasa kedinginan dan berkeringat), kehilangan nafsu makan, dan terkadang diare.

Adapun perbedaan utamanya adalah flu cenderung muncul tiba-tiba dan jauh lebih parah, sedangkan gejala pilek lebih ringan dan berkembang lebih bertahap.

Bisakah pilek dan flu menyebabkan penyakit atau komplikasi lain?

"Meskipun pilek biasanya ringan dan sembuh sendiri, baik pilek maupun flu dapat menyebabkan komplikasi seperti sinusitis, infeksi telinga, infeksi dada, dan memburuknya kondisi kesehatan yang mendasarinya," kata Dr. Agathou.

Flu dapat menyebabkan pneumonia, rawat inap, dan penyakit serius pada kelompok rentan. Namun, bahkan mereka yang biasanya sehat pun dapat menjadi sangat sakit, jadi penting untuk segera menghubungi dokter umum Anda untuk mendiskusikan gejala Anda jika Anda merasa tidak sehat atau khawatir tentang gejala Anda.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Catat! Cara Agar Cepat Sembuh dari Flu Menurut Sains


Most Popular
Features