Studi: Orang Banyak Bacot Berisiko Tinggi Sebarkan Corona

Lifestyle - Lynda Hasibuan , CNBC Indonesia
19 May 2020 14:08
Studi: Orang Banyak Bacot Berisiko Tinggi Sebarkan Corona Foto: Tes Massal Corona Wuhan (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia-  Pandemi corona belum mereda, kita tahu selama ini penularan virus menyerang organ pernafasan manusia lewat tetesan atau droplets yang bisa menempel di mana-mana.

Nah, ada studi terbaru yang mengkaji risiko penularan juga makin besar jika kita berada di dekat orang yang hobi mengobrol dan bersuara lantang saat berbicara. Kasarnya, hati-hati kalau ada di dekat orang yang banyak bacot.

Melansir Asia One, studi ini dirilis dan diterbitkan pada 13 mei lalu di jurnal "The Prosiding National Academy of Sciences". Di laporan ditulis bawah berbicara adalah salah satu penyebab sederhana ribuan tetesan dilepaskan ke udara, tetesan air liur ini bisa menyebar di udara sampai 14 menit.


Studi ini menjelaskan bagaimana berbicara normal menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas. Ini termasuk kantor, kapal pesiar dan panti jompo.

Meskipun jumlah partikel virus yang diperlukan untuk satu orang untuk menginfeksi orang lain tidak diketahui, penelitian ini memperkuat bahwa memakai masker dan menjaga jarak fisik sangat membantu menekan penyebarannya.



Berbicara lebih keras akan menghasilkan lebih banyak tetesan
 
Dalam percobaan untuk mengetahui berapa banyak tetesan air liur yang dihasilkan saat berbicara, para peneliti di Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal Universitas Pennsylvania, meminta sukarelawan untuk mengucapkan kata-kata 'stay healthy' selama 25 detik.


Mereka menggunakan selembar sinar laser yang intens untuk memvisualisasikan semburan tetesan ucapan, sementara para sukarelawan berbicara di dalam kotak kardus.


Kata-kata itu dipilih sebagai 'th' dalam kata 'healthy' , ditemukan sebagai generator tetesan cairan mulut lisan yang efisien.

Pemindaian laser menunjukkan bahwa sekitar 2.600 tetesan kecil dihasilkan per detik dari berbicara dengan suara normal.


Ketika jumlah dan ukuran tetesan yang sama diproyeksikan pada volume yang berbeda berdasarkan penelitian sebelumnya, mereka menemukan bahwa berbicara dengan suara keras dapat menghasilkan tetesan lebih besar dan dalam jumlah lebih banyak.   


Sekitar 1.000 tetesan virus dihasilkan dalam satu menit berbicara dengan keras dan tetap mengudara selama lebih dari delapan menit, yang dapat dihirup oleh orang-orang dari jarak dekat.


Meskipun tetesan ditemukan mengalami dehidrasi dan menyusut dalam ukuran setelah meninggalkan mulut, penelitian menunjukkan bahwa tetesan air liur sangat mampu menularkan penyakit di ruang terbatas.



[Gambas:Video CNBC]




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading