Mau Lebaran, Emas Antam Ambles Ceban Jadi Rp 858.120/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
22 May 2020 10:14
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam pada perdagangan Jumat ini (22/5/2020) turun 1,15% atau sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 858.120/gram dari perdagangan Rabu kemarin di level Rp 868.120/gram.

Hari Kamis (21/5/2020) gerai tutup untuk liburan Hari Kenaikan Isa Almasih.

Sebelumnya pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas Antam naik 0,23% sebesar Rp 2.000 dari posisi harga Selasa yakni Rp 866.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 1,15% berada di Rp 85,812 juta dari harga kemarin Rp 86,812 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

 


Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Jumat ini (22/5/2020) turun Rp 10.000 menjadi Rp 916.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 926.000/gram pada hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun 1,09% atau Rp 9.000 ditetapkan pada Rp 815.000/gram, dari posisi kemarin Rp 824.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

 

Penurunan harga emas Antam seiring dengan turunnya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin (Jumat pagi waktu Indonesia) yang turun sebesar US$ 23,38 atau 1,35% menjadi US$ 1.725,60/troy ons, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Juni juga ditutup turun US$ 30,20 atau 1,7% pada US$ 1.721,90/troy ons, yang merupakan penutupan terendah sejak 13 Mei, melansir dari RTTNews.

Penurunan harga emas dunia kemarin karena sentimen risiko yang membaik di tengah harapan tentang pembukaan kembali aktivitas ekonomi dan optimisme seputar vaksin Covid-19 akan membantu menghentikan penurunan ekonomi lebih cepat. Artinya ketika ada minat 'risk on' maka permintaan untuk safe haven seperti logam emas cenderung mereda alias tertekan.

Selain itu, sentimen dari dalam negeri bertepatan dengan jelang Hari Raya Idul Fitri, pada 24-25 Mei mendatang di mana biasanya kebutuhan uang cash meningkat untuk kebutuhan Lebaran dan emas menjadi salah satu aset yang biasanya dilepas.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

 

 




(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading