Harga Emas Global Labil, Emas Antam Naik Goceng

Investment - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
08 May 2020 10:30
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas acuan nasional produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat (8/5/2020) menguat Rp 5.000/gram dibandingkan dengan posisi Rabu kemarin sebelum Libur Hari Raya Waisak.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Antam di situs logammulia  hari ini, harga jual per 1 gram emas Antam dipatok di level Rp 918.000 per gram, atau naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp 913.000/gram.

Sebaliknya, harga beli kembali (buyback) ditetapkan pada level Rp 819.000/gram, atau naik lebih tinggi yakni Rp 6.000 per gram, dari posisi kemarin Rp 813.000/gram. Ini adalah harga yang akan dibayar Antam jika pemilik emas bersertifikat ingin menjual kembali aset investasi itu.



Di sisi lain, emas ukuran 100 gram naik dari Rp 86,4 juta per batang menjadi Rp 86,9 juta, atau setara Rp 869.000 per gram yang juga naik goceng. Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam.

Harga tersebut merupakan harga resmi Antam, dan harga gerai penjualan lain bisa berbeda. Penguatan harga di butik Antam ini terjadi di tengah pergerakan emas yang mash variatif di pasar dunia.

Harga kontrak berjangka emas di pasar spot pagi ini melemah 0,2% menjadi US$ 1.713,98 per troy ons, sebaliknya harga emas berjangka masih menguat sebesar 0,25% menjadi US$ 1.730,1/troy ons.

Pelemahan harga emas dunia di pasar spot menunjukkan selera mengambil risiko (risk appetite) investor global meningkat setelah beberapa negara di seluruh dunia melonggarkan pembatasan atau karantina wilayah (lockdown).

Namun, optimisme ini masih bersifat jangka pendek, terlihat dari harga emas berjangka yang masih lebih banyak diburu sebagai wujud antisipasi perubahan sentimen di pasar keuangan.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading