Astaga! Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp 865.000/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
04 May 2020 10:02
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Senin ini (4/5/2020) turun 0,23% atau sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 865.000/gram dari perdagangan Sabtu kemarin di level Rp 867.000/gram.

Sebelumnya pada perdagangan
Sabtu kemarin, harga emas Antam turun 1,37% sebesar Rp 12.000 dari posisi harga Kamis yakni Rp 879.000/gram. Pada hari Jumat (1/5) pasar ditutup untuk liburan Hari Buruh Internasional (May Day).

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gra
m melemah 0,23% berada di Rp 86,5 juta dari harga kemarin Rp 86,7 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

 

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Senin ini (4/5/2020) kembali turun Rp 2.000 menjadi Rp 914.000/gram setelah turun Rp 12.000 ke Rp 916.000/gram pada hari Sabtu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun 0,49% atau Rp 4.000 di tetapkan pada Rp 813.000/gram, dari posisi kemarin Rp 817.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

 

EmasFoto: logammulia.com
Emas

 

Pelemahan harga emas Antam seiring dengan penurunan yang terjadi pada harga emas dunia di pasar spot pada pagi ini pukul 09:15 WIB yang terkoreksi 0,11% menjadi US$ 1.698,56/troy ons.

Sebelumnya harga emas spot dunia pada penutupan perdagangan hari Jumat kemarin melonjak 0,9% menjadi US$ 1.695,21/troy ons, sementara emas berjangka naik 0,4% pada US$ 1.700,90/troy ons, melanisr dari Reuters.

Harga emas dunia pada perdagangan kemarin berhasil menguat setelah aset berisiko seperti ekuitas jatuh di tengah data yang menunjukkan kontraksi tajam dalam aktivitas manufaktur di AS.

Sebuah laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS terus berkontraksi pada bulan April. ISM mengatakan indeks manajer pembelian merosot ke 41,5 pada bulan April dari 49,1 di bulan Maret, dengan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

Pasar saham juga terpukul karena kekhawatiran baru tentang perang perdagangan babak lanjutan antara AS-China setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif baru untuk produk Cina.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintahannya sedang menyusun tindakan pembalasan atas asal-usul pandemi virus corona yang telah melanda AS dan melumpuhkan ekonominya, seperti dilansir RTTNews.

Sementara Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago, Phil Streible mengatakan "kami melihat beberapa kelemahan di pasar saham AS. Tampaknya Trump mengisyaratkan kebangkitan perang perdagangan."

Streible juga mengatakan, "banyak investor melikuidasi berbagai kelas aset yang mungkin terpengaruh oleh perang dagang dan kembali ke aset yang dianggap aman [safe haven], khususnya emas
," melansir dari Reuters.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

 






(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading