Pria Bawa Uang Tebusan Rp3,5 M Hilang-Terjun Payung Usai Bajak Boeing
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat Boeing 727 dibajak di Amerika Serikat (AS). Pelakunya meminta tebusan US$200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar dan sejumlah parasut. Namun, setelah mendapatkan apa yang dimintanya, pria tersebut justru melakukan aksi nekat yang membuat keberadaannya menjadi misteri hingga kini.
Peristiwa tersebut terjadi pada 24 November 1971. Seorang pria yang menggunakan nama Dan Cooper naik penerbangan maskapai Northwest Orient dari Portland menuju Seattle. Ia duduk di bagian belakang pesawat dan awalnya tidak terlihat mencurigakan.
Tak lama setelah pesawat Boeing 727 itu lepas landas, Cooper memberikan sebuah catatan kepada seorang pramugari. Mengutip laporan FBI, ternyata di catatan tersebut, ia mengaku membawa bom dan meminta US$200.000 dalam bentuk uang tunai, empat parasut, serta sebuah truk yang harus disiapkan ketika pesawat tiba di Seattle.
Cooper kemudian membuka kopernya dan memperlihatkan benda yang diklaimnya sebagai bom. Awak pesawat pun memenuhi tuntutannya dan pihak berwenang mulai mempersiapkan uang serta parasut.
Pesawat akhirnya mendarat di Seattle. Setelah menerima uang dan parasut, Cooper membebaskan seluruh penumpang. Namun, ia masih menahan beberapa awak pesawat dan meminta pesawat kembali terbang menuju Reno, Nevada.
Sekitar pukul 19.40 waktu setempat, Boeing 727 tersebut kembali mengudara. Di tengah penerbangan, Cooper kemudian melakukan aksi yang menjadi bagian paling misterius dari kasus tersebut.
Mengutip situs History, ia kemudian membuka pintu belakang pesawat dan terjun menggunakan parasut sambil membawa uang tebusan. Saat itu, pesawat sedang terbang dalam kondisi malam hari dan di atas wilayah yang dipenuhi hutan.
Setelah Cooper melompat, awak pesawat tidak mengetahui secara pasti di mana ia mendarat. Boeing 727 itu kemudian melanjutkan penerbangan dan akhirnya tiba di Reno. Saat sampai, Cooper sudah tidak berada di dalam pesawat.
Pencarian besar-besaran pun dilakukan. Polisi dan penyelidik menyisir wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi pendaratan Cooper. Namun, pria tersebut tidak ditemukan.
Misteri semakin panjang karena uang tebusan yang diberikan kepadanya juga hampir seluruhnya tidak pernah ditemukan. FBI melakukan penelusuran atas nomor seri yang tertera pada uang. Hasilnya, uang tidak terdeteksi di bank, kasino, dan semua toko.
Masalah makin rumit ketika FBI tidak mengetahui nama asli Cooper. Sebab, nama tersebut merupakan samaran.
Satu-satunya titik terang terang terungkap pada 1980. Di kawasan hutan tempat Cooper melompat ditemukan uang ribuan dollar yang nomor serinya sama. Dari sinilah, muncul berbagai teori.
Ada kemungkinan Cooper meninggal ketika melakukan aksi terjun. Namun, ada pula dugaan bahwa ia berhasil mendarat dan melarikan diri. FBI lantas tetap menyelidiki kasus ini selama lebih dari empat dekade. Ribuan petunjuk dan berbagai tersangka pernah diperiksa, tetapi tidak ada yang dapat dipastikan sebagai Cooper.
Pada 2016, FBI resmi mengakhiri penyelidikan aktif terhadap kasus tersebut.
(mfa/mfa)