BRI Perkuat Langkah UMKM Mendunia, NOMNOM Tembus Pasar Singapura
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Rengginang, jamur, dan tempe selama ini dikenal sebagai bagian dari makanan keseharian masyarakat Indonesia. Di tangan NOMNOM, ketiga bahan tersebut mampu diolah menjadi camilan yang menarik perhatian pasar internasional. Terlebih, setelah memperoleh respons positif dalam pameran di Singapura yang difasilitasi BRI, UMKM ini tengah mempersiapkan langkah ekspansi ke pasar Negeri Singa.
Diketahui, NOMNOM mulai dirintis oleh Erwin Jogisaputra pada tahun 2016 dengan visi menghadirkan camilan sehat berbahan baku lokal yang mampu diterima pasar global. Berawal dari pengembangan rengginang panggang sebagai alternatif camilan yang lebih sehat, Erwin terus melakukan berbagai inovasi produk dengan mengangkat kekayaan pangan lokal Indonesia agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
"Dalam perjalanan mengembangkan usaha, saya telah menjadi nasabah BRI sejak 2018. Awalnya, saya memanfaatkan berbagai layanan perbankan BRI untuk mendukung aktivitas transaksi dan operasional bisnis. Puji Tuhan, seiring berkembangnya usaha, saya pun diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM yang dihadirkan BRI," ucapnya, Sabtu (15/8/2026).
Erwin menjelaskan bahwa salah satu momentum penting dalam perjalanan NOMNOM terjadi saat pandemi Covid-19. Berangkat dari keinginan membantu para petani jamur lokal memasarkan hasil panennya, NOMNOM kemudian menghadirkan Super Shrooms, camilan jamur panggang yang sehat, bebas gluten (gluten free), tanpa lemak trans (no trans fat), dan hanya mengandung sekitar 100 kalori per kemasan.
![]() |
Ia menyebut, semangat inovasi tersebut terus berlanjut. Apalagi, melihat meningkatnya tren gaya hidup aktif pada tahun 2025, NOMNOM kembali memperluas portofolio produknya melalui Tempe Bites, camilan berbahan dasar tempe yang dirancang sebagai sumber protein praktis bagi masyarakat yang aktif berolahraga.
Meski terus menghadirkan inovasi, Erwin tak menampik fakta bahwa perjalanan NOMNOM tidak lepas dari berbagai tantangan. Kondisi tersebut membuat Erwin menyadari bahwa pertumbuhan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan bisnis yang lebih kuat, strategi pemasaran yang tepat, serta jejaring yang lebih luas. "Saya dulu memiliki kendala, seperti keterbatasan distribusi, perluasan pasar, hingga dinamika dalam membangun tim dan mengembangkan organisasi," kenangnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Erwin nyatanya terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan pengembangan usaha, salah satunya melalui program Pengusaha Muda BRILian yang diselenggarakan BRI. Dalam program tersebut, NOMNOM mengikuti rangkaian seleksi, pembekalan, serta pengembangan bisnis yang membantu memperkuat kapasitas usaha secara lebih terstruktur.
"Kami belajar melihat bisnis dari perspektif yang berbeda. Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai, memahami kebutuhan pasar, serta menyiapkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan," ujar Erwin Jogisaputra, pendiri NOMNOM.
Berkat kerja keras dan partisipasi aktif selama mengikuti rangkaian program tersebut, Erwin berhasil membawa NOMNOM meraih posisi Top 3 Pengusaha Muda BRILian. Pencapaian ini menjadi salah satu momentum penting bagi NOMNOM untuk memperluas jejaring, meningkatkan kesiapan bisnis, serta membuka akses menuju pasar internasional.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan dukungan BRI tersebut semakin terasa ketika NOMNOM memperoleh kesempatan mengikuti pameran internasional di Singapura. Menurut Erwin, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi peluang penting bagi NOMNOM untuk menguji penerimaan pasar sekaligus membuka jaringan bisnis baru di tingkat internasional.
"Respons yang kami terima selama pameran sangat positif. Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir. Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi sehingga produk pangan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas," ungkap Erwin.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan NOMNOM menunjukkan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi UMKM dengan akses pasar yang lebih luas.
"BRI meyakini bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi, berinovasi, dan mengakses pasar. Oleh karena itu, kami terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, hingga business matching agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global," ujar Dhanny.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI akan terus memperkuat perannya dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM. Dengan memperluas akses terhadap pembiayaan, pendampingan, teknologi, dan pasar internasional, BRI berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu mengubah inovasi menjadi produk berdaya saing global serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Â
(rah/rah)