CNBC Insight

Cerita Warga Lihat Presiden RI Ini Datangi Tempat Keramat Bikin Geger

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
04 August 2026 11:00
Gunung Lawu. (Dok. Detikcom/Basri Bachtiar)
Foto: Gunung Lawu. (Dok. Detikcom/Basri Bachtiar)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika berbicara soal ritual mencari berkah atau kekuatan gaib, banyak orang mungkin langsung teringat Gunung Kawi di Jawa Timur. Namun, Presiden RI ke-2 Soeharto justru dikaitkan dengan tempat lain. Soeharto disebut beberapa kali menjalani laku spiritual di kawasan Gunung Selok, Cilacap, serta Gunung Lawu, jauh sebelum maupun setelah menjadi presiden.

Satu catatan mengenai hal tersebut ditulis sejarawan George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa (2021). Quinn yang langsung mengunjungi Gunung Selok mendapat cerita dari warga setempat kalau Soeharto kerap mendatangi kawasan Gunung Selok, tepatnya Padepokan Jambe Lima.

Tidak diketahui secara pasti kapan maupun seberapa sering kunjungan itu dilakukan. Namun, menurut penuturan yang diterima Quinn, aktivitas tersebut sudah berlangsung bahkan sebelum Soeharto menjadi presiden.

"Menurut juru kunci, sebelum menjadi presiden, Soeharto sering tidur di Padepokan Jambe Lima ini," tulis Quinn.

Cerita itu tidak berhenti setelah Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia. Berdasarkan desas-desus yang berkembang di kawasan tersebut, Soeharto disebut masih sesekali kembali berkunjung, termasuk ke Padepokan Jambe Pitu yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Kisah serupa juga pernah dimuat di Majalah Tempo pada 2008 berjudul "Dari Gua Semar, Wangsit itu Berasal". Dalam laporannya, seorang juru kunci bernama Rusmanto mengisahkan bahwa perjalanan spiritual Soeharto di kawasan Gunung Selok dilakukan melalui beberapa tahapan. Sebelum menuju Gua Semar, Soeharto disebut terlebih dahulu bertapa di Gua Jambe Lima, Gua Jambe Pitu, hingga Gua Suci Rahayu.

"Di Suci Rahayu itulah Soeharto melakukan penyucian awal," kata Rusmanto kepada Tempo.

Selain Gunung Selok, nama Gunung Lawu juga hampir selalu muncul dalam berbagai cerita mengenai laku spiritual Soeharto. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu memang sejak lama dikenal sebagai salah satu lokasi yang dianggap sakral dalam tradisi masyarakat Jawa.

Mengutip buku Hari-hari Terakhir Jejak Soeharto Setelah Lengser, 1998-2008 (2008), seorang sumber mengaku pernah mendampingi Soeharto menjalani semedi di Gunung Lawu bahkan menceritakan pengalaman yang menurutnya tidak biasa. Ia mengaku pernah mengiringi Soeharto mendaki hingga puncak Lawu.

"Saya pernah mengiringi beliau naik ke puncak Lawu. Ketika yang muda-muda sudah ngos-ngosan kelelahan, beliau yang saat itu juga sudah cukup berumur sama sekali tidak terlihat lelah hingga sampai puncak," ujar sumber tersebut.

Soeharto Bantah Klenik dan Mistis

Meski berbagai cerita mengenai ritual mistis terus melekat pada dirinya, Soeharto pernah membantah anggapan bahwa ia menjalankan praktik klenik. Dalam autobiografinya, ia menegaskan bahwa yang dijalaninya adalah ilmu kebatinan, bukan praktik mistis untuk mencari kesaktian atau kekuatan gaib.

"Bagi saya, pengertian mistik adalah ilmu kebatinan, bukan klenik. Tujuan ilmu kebatinan ialah mendekatkan batin kita dengan pencipta kita, Tuhan Yang Maha Kuasa," tulis Soeharto dalam Soeharto - Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989).

Menurut Soeharto, banyak orang keliru menyamakan ilmu kebatinan dengan klenik. Baginya, kebatinan merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga pengertiannya tentang mistik berbeda dengan persepsi yang berkembang di masyarakat.

(mfa/wur)
Next Article Sosok Ini Jadi Guru Spiritual Presiden RI, Ramalannya Tokcer


Most Popular
Features