Berkat Pemberdayaan BRI, KAINRATU Bawa Tenun Troso Tembus Pasar Global
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senantiasa memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Adapun komitmen ini diwujudkan melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas, serta pembukaan akses pasar.
Salah satu pengusaha yang merasakan manfaat dukungan tersebut adalah KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.
Co-Owner KAINRATU Maria Leoni menuturkan, usaha yang dijalankannya berangkat dari lingkungan keluarga yang telah lama menekuni kerajinan tenun ikat. Pengalaman membantu memasarkan hasil karya para perajin kemudian menjadi langkah awal berkembangnya KAINRATU.
"Awal mula usaha kami berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun. Orang tua kami merupakan perajin tenun ikat dan kami tinggal di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat. Usaha ini telah berjalan selama kurang lebih 9 tahun," ujar Maria dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Pada awalnya, ia membantu memasarkan kain tenun yang diproduksi oleh orang tua melalui website gardutroso.com. Seiring perkembangan usaha, pada tahun 2019 resmi bermigrasi dan mengembangkan pemasaran melalui website www.tokotenun.com dan www.kainratu.com hingga berkembang seperti saat ini.
Asal tahu saja, KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai. Produk yang paling diminati pelanggan adalah Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM yang mengangkat motif khas dari berbagai daerah seperti Jepara, Kalimantan, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur.
Produk-produknya telah menjangkau pasar ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru. Selain menyediakan layanan desain kustom dan motif seragam bagi perusahaan, instansi pemerintah, maupun lembaga pendidikan, KAINRATU juga menerapkan konsep fair pricing serta membuka program kunjungan industri dan pelatihan menenun bagi masyarakat maupun pelajar.
Dalam perjalanan mengembangkan bisnis, Maria mengenal Rumah BUMN BRI saat sering berkunjung ke kantor BRI dan melihat keberadaan Rumah BUMN. Dari informasi yang diperolehnya, KAINRATU kemudian mengikuti seleksi peserta BRIncubator yang diselenggarakan BRI dan berhasil terpilih untuk mengikuti program tersebut.
"Rumah BUMN BRI telah memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha kami melalui berbagai pelatihan yang dibawakan oleh mentor berpengalaman. Materi dan wawasan yang diberikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas usaha secara praktis," imbuhnya.
Pelatihan pengembangan produk, pengemasan, dan pemasaran digital melalui Rumah BUMN BRI membantu KAINRATU memperkuat strategi bisnis dan pemasaran. Selain itu, KAINRATU juga terpilih mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) setelah melalui proses kurasi, sehingga memperoleh peluang promosi yang lebih luas.
Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan, perjalanan KAINRATU menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi sumber peluang ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang tetap berakar pada budaya lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM.
"Perjalanan KAINRATU menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi yang mampu bersaing di pasar global. Kemampuan memadukan kualitas produk, inovasi, dan pemanfaatan berbagai peluang pengembangan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM," terang dia.
Lantas, BRI akan terus mendukung para pengusaha UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sehingga mampu tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
Â
(rah/rah) Addsource on Google