CNBC Insight

Kapal Angkut Karyawan Piknik Terbalik, 844 Orang Tewas

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
24 July 2026 13:00
Kapal SS Eastland. (Dok. chicagohistory.org)
Foto: (Dok. chicagohistory.org)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Piknik yang seharusnya menjadi momen penuh suka berubah menjadi duka dalam hitungan menit. Ribuan karyawan beserta keluarga yang hendak menikmati liburan bersama justru menjadi korban salah satu bencana maritim paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.

Total 844 orang tewas setelah kapal SS Eastland terbalik saat masih bersandar di dermaga pada 24 Juli 1915, tepat hari ini 111 tahun lalu. 

Pagi itu, hujan mengguyur Chicago. Meski begitu, antusiasme tidak surut. Ribuan karyawan listrik Western Electric Company bersama keluarga telah berkumpul sejak subuh untuk mengikuti piknik tahunan perusahaan. Mereka dijadwalkan berlayar melintasi Danau Michigan menuju kota Michigan, Indiana. Jaraknya 92 Km. 

Ribuan orang tersebut kemudian diangkut menggunakan lima kapal sewaan. Salah satunya SS Eastland yang sudah punya reputasi sebagai kapal angkut tercepat di danau-danau besar AS. Namun, satu hal yang orang tak sadari, Eastland menyimpan masalah serius yang telah lama menghantuinya.

Mengutip situs Britannica, kapal itu memiliki stabilitas yang buruk dan beberapa kali nyaris terbalik dalam pelayaran sebelumnya. Dari sinilah petaka dimulai. 

Sekitar pukul 06.30 waktu setempat, penumpang mulai menaiki kapal. Tak lama kemudian, pada pukul 06.41, Eastland mulai miring ke sisi kanan. Awak kapal berusaha mengatasinya dengan memasukkan air ke dalam tangki agar keseimbangan kembali pulih.

Upaya itu sempat berhasil. Kapal kembali tegak, tetapi hanya sesaat. Eastland kembali miring, kali ini ke sisi kiri. Meski demikian, proses naik penumpang tetap berlangsung hingga mencapai 2.500 orang. 

Ketika batas maksimal inilah, kapal beberapa kali bergoyang dari kanan ke kiri sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan secara mendadak hingga lebih dari 25 derajat. Air mulai masuk melalui jendela dan pintu yang kini berada di bawah permukaan sungai.

Akibatnya, dalam waktu kurang dari satu jam sejak penumpang pertama naik, kapal akhirnya terguling sepenuhnya ke sisi kiri. Kejadian yang begitu cepat membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.

"Ketika perahu itu miring, orang-orang di dek atas terlempar seperti semut yang disingkirkan dari meja," tulis reporter Chicago Herald, Harlan Babcock, dikutip dari situs History

Sebagian terjebak di dalam kabin, sebagian lainnya tertimpa perabot dan struktur kapal. Sementara banyak korban tenggelam di sungai yang sebenarnya tidak jauh dari bibir dermaga. Atas dasar inilah, jumlah korban jiwa sangat besar. Tercatat ada 844 orang meninggal dunia dan 70%-nya adalah anak muda di bawah 25 tahun. 

Dalam penyelidikan, pengadilan federal mengungkap bahwa tragedi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, terutama modifikasi pada SS Eastland yang membuat kapal semakin berat di bagian atas. Sebelum tragedi terjadi, kapal telah dilengkapi sekoci dan rakit tambahan untuk memenuhi aturan baru di as yang mewajibkan setiap kapal menyediakan sekoci bagi seluruh penumpang.

Ironisnya, penambahan perlengkapan keselamatan itu justru meningkatkan beban di bagian atas kapal sehingga memperburuk masalah stabilitas yang sejak awal telah dimiliki SS Eastland. Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya penumpang yang naik secara bersamaan pada pagi itu. Hingga kini, tenggelamnya SS Eastland tetap dikenang sebagai salah satu bencana maritim paling mematikan dalam sejarah AS.

(mfa/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google

Most Popular
Features