Pesawat Diduga Kehabisan Bahan Bakar, Pilot Terkenal Hilang di Pasifik
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pilot paling terkenal di dunia tiba-tiba menghilang di atas Samudra Pasifik hampir 90 tahun lalu. Hingga kini, nasib sang penerbang dan pesawat yang ditumpanginya masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia.
Pilot tersebut adalah Amelia Earhart. Pada 2 Juli 1937, tepat 89 tahun lalu, Earhart bersama navigatornya, Fred Noonan, tengah menjalani tahap akhir ekspedisi keliling dunia menggunakan pesawat Lockheed Electra 10E.
Namun, perjalanan yang semula ditujukan untuk mencetak sejarah itu justru berubah menjadi tragedi. Pesawat mereka hilang kontak saat mendekati Pulau Howland di kawasan Samudra Pasifik.
Berbagai operasi pencarian segera dilakukan. Investigator profesional maupun amatir ikut terlibat dalam upaya menemukan keberadaan Earhart dan Noonan. Meski demikian, pencarian besar-besaran tersebut tidak pernah berhasil mengungkap keberadaan pesawat maupun kedua awaknya.
Seiring waktu, berbagai teori bermunculan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan tersebut. Dari banyak teori yang beredar, salah satu yang paling populer adalah pesawat jatuh dan tenggelam.
Menurut buku Amelia Earhart: The Mystery Solved (1999), pesawat Earhart kemungkinan besar jatuh ke laut akibat kehabisan bahan bakar sebelum mencapai Pulau Howland.
Pendapat tersebut didukung sejumlah peneliti lain, termasuk Laurance Safford. Menurut Safford, selain persoalan bahan bakar, perencanaan penerbangan dan eksekusi perjalanan diduga turut berkontribusi terhadap hilangnya pesawat tersebut. Earhart diduga tidak merancang waktu tempuh penerbangan dengan baik.
Teori lain menyebut Earhart dan Noonan mengalami kesalahan akurasi pemetaan. Keduanya malah membawa pesawat terbang lebih jauh menuju kawasan selatan Pasifik hingga kehabisan bahan bakar.
Misteri yang belum terpecahkan itu menjadi semakin menarik karena sosok yang menghilang bukanlah pilot biasa.
Amelia Earhart adalah pilot perempuan pertama di dunia yang berhasil mengelilingi bumi. Awalnya Earhart adalah pekerja serabutan yang mengumpulkan uang untuk mengikuti kursus penerbangan di Kinner Field.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Pada 1922, Earhart berhasil mencapai ketinggian 14.000 kaki dan mencetak rekor penerbangan perempuan pada masanya. Tak lama kemudian, dia memperoleh lisensi pilot dari Federation Aeronautique Internationale dan menjadi perempuan ke-16 di dunia yang meraihnya.
Berkat lisensi ini, pada 1 Juni 1937, dia nekat keliling dunia naik pesawat terbang. Dia menyeberangi Samudra Atlantik dan mampir di beberapa negara, termasuk Indonesia. Sejarah mencatat, dia pernah mendarat di Bandara Andir, Bandung (Kini Bandara Husein Sastranegara), untuk istirahat dan mengisi bahan bakar. Setelahnya, baru ke Kupang, NTT sebelum akhirnya hilang kontak di Pasifik.Â
Saat hilang kontak itulah banyak orang terkejut dan melakukan operasi pencarian skala besar. Namun, hasilnya nihil. Hingga kini, dunia masih belum mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan terakhir Amelia Earhart.
(mfa/mfa) Addsource on Google